Kamis, 22 Mei 2014

Kelinci Belang Sumatera (Nesolagus netscheri) Asli Indonesia

Kelinci Belang Sumatera atau Kelinci Sumatera atau Kelinci Sumatera Telinga Pendek yang dalam bahasa latin disebut Nesolagus netscheri adalah salah satu jenis kelinci liar yang merupakan satwa endemik Sumatera. Binatang ini diyakini sebagai satu-satunya ras kelinci yang asli Indonesia.
Kelinci Belang Sumatera (Nesolagus netscheri) yang asli Indonesia ini sangat langka dan hanya ditemukan di beberapa kawasan di pulau Sumatera. Saking langkanya, sejak teramati secara langsung pada tahun 1972, kelinci belang sumatera baru dua kali teramati kembali yakni pada tahun 2000 dan 2007 itupun melalui hasil rekaman camera trap. Sehingga praktis selama 30 tahun terakhir, kelinci asli Indonesia ini belum sekalipun dapat ditemui secara langsung.
Kelinci Belang Sumatera, ras kelinci asli Indonesia
Selain dikenal sebagai kelinci belang sumatra, satwa bernama latin Nesolagus netscheri ini sering disebut juga sebagai Kelinci Sumatera Telinga Pendek dan Kelinci Sumatera. Dalam bahasa Inggris, binatang asli Indoneia ini disebut sebagai Sumatran Striped Rabbit, Sumatran Rabbit, dan Sumatran Short-eared Rabbit.
Satu-satunya kerabat terdekat Kelinci Belang Sumatera adalah Annamite Striped Rabbit (Nesolagus timminsi) yang ditemukan di Pegunungan Annamite (perbatasan Laos dan Vietnam) pada tahun 1999.
Ciri-ciri dan Kebiasaan. Kelinci Belang Sumatera mempunyai ukuran panjang tubuh sekitar 40 cm dan berat sekitar 1,5 kg. Bulu Nesolagus netscheri berwarna coklat kekuningan dengan garis warna hitam yang membujur sepanjang tubuhnya. Sedangkan bulu di bagian perutnya berwarna putih.
Di sekitar mata dan sisi kepala di bagian belakang mata hingga pangkal telinga berwarna hitam. Ciri khusus Kelinci Belang Sumatera adalah ukuran telinganya yang lebih pendek dari pada ukuran telinga kelinci lainnya. Ekor kelinci asli Indonesia ini juga berukuran lebih pendek dengan warna bulu coklat kemerahanan.
Kelinci Sumatera merupakan binatang nokturnal yang lebih sering beraktifitas di malam hari. Yang unik dari satwa asli Indonesia ini adalah kebiasaan bersembunyi di dalam lubang atau liang bekas binatang lain bukannya lubang yang digalinya sendiri.
Seperti kelinci lainnya, kelinci liar ini merupakan hewan herbivora yang menyukai pucuk daun muda dan tangkai tanaman yang rendah.
Habitat, Populasi, dan Ancaman. Kelinci Belang Sumatera (Nesolagus netscheri) merupakan binatang endemik Sumatera. Habitatnya adalah hutan-hutan tropis di beberapa gunung di pulau Sumatera seperti Gunung Kerinci, Gunung Barisan, dan Gunung Leuser. Binatang ini mendiami kawasan pada ketinggian antara 600-1600 meter dpl.
Populasi hingga Nesolagus netscheri saat ini tidak diketahui dengan pasti namun diduga keras sangat langka di habitat aslinya. Penampakan langsung (dengan mata telanjang) terakhir kali pada tahun 1972. Setelah itu baru teramati dua kali pada tahun 2000 dan 2007 itupun melalui kamera pengintai (camera trap) yang dipasang di wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.
Sejak tahun 2008, Kelinci Belang Sumatera oleh IUCN Redlist, dimasukkan dalam status konservasi “Vulnerable” (Rentan) meskipun pernah didaftarkan sebagai “Critically Endangered” (Kritis) pada tahun 1996 dan “Endangered” (Terancam) (1994).
Ancaman terbesar kepunahan ras kelinci asli Indonesia ini berasal dari rusaknya hutan sebagai habitat alami yang banyak dibuka menjadi lahan pertanian, terutama teh, kopi dan kakao. Selain itu juga seforestasi hutan akibat kebakaran hutan.
Akankah kelinci liar asli Indonesia ini menjadi sekedar dongeng buat anak cucu kita?. Hanya kepedulian kitalah yang bisa menjawabnya.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mammalia; Ordo: Lagomorpha; Famili: Leporidae; Genus: Nesolagus; Spesies: Nesolagus netscheri. Nama Binomial: Nesolagus netscheri (Schlegel, 1880). Nama Indonesia: Kelinci Sumatera, Kelinci Belang Sumatera, Kelinci Sumatera Telinga Pendek.

Selasa, 20 Mei 2014

Alasan mengapa kelinci makan kotorannya sendiri

Anda suka dengan binatang kelinci ? atau mungkin anda memelihara kelinci.
pernahkah anda melihat kelinci memakan kotorannya sendiri, jika sudah pasti timbul pertanyaan mengapa kelinci suka makan kotorannya sendiri?

Kelinci mengeluarkan dua jenis kotoran, keras dan lunak. Fases hitam adalah kotoran keras, sedangkan Caecotrophadalah kotoran lunak. Caecotroph berbentuk hitam mengkilap sedikit basah dan sedikit lunak. Kotoran lunak ini biasanya diproduksi saat kelinci istirahat, atau jeda empat jam dari makan, baik malam atau siang hari.

Caecotroph merujuk pada fases yang lunak berkelompok dan berbau yang dihasilkan oleh usus; mengandung bakteri, protozoa, ragi dan produk permentasi lainnya yang merupakan asam amino, asam lemak jenuh, vitamin, dan enzim seperti amylase dan lysozym.

Kelinci menjilati dan memakan Caecotroph guna membantu penyerapan gizi yang sebelumnya tidak terserap. Caecotroph diproduksi melalui cecum yang di dalamnya memiliki sistem pencernaan pada bagian fermentasi di belakang perut. Sistem pencernaan ini bekerja baik pada dini hari dengan menghasilkan kandungan nutrisi secara khusus dan pindah secara tepat melalui "mangkuk besar" yang disalurkan melalui anus. Ketika keluar, feses ini berbentuk cairan halus dan sedikit berbau.


Dengan menelan Caecotroph, kelinci menghasilkan zat-zat yang tidak berbahaya dalam kandungan gizi pokok dan mikroba yang menguntungkan. Biasanya, kelinci mulai memakan Caecotroph pada usia dua atau tiga minggu ke atas, saat mereka mulai memakan makanan padat. Kelinci tidak boleh diganggu saat mengeluarkan Caecotroph. Jika diganggu mereka agak sewot.

Anda jangan mengira kotoran ini mengandung penyakit, karena ia merupakan sumber vitamin B dan vitamin K, serta memiliki dua kali kandungan protein dan setengah serat dari standar kotoran pencernaan setelah dimakan.

Selasa, 13 Mei 2014

Cara memotong kuku kelinci kesayangan anda



Kelinci yang sudah berumur, biasanya memiliki kuku yang sangat panjang. Hal ini sangat berbahaya bagi kelinci tersebut.Penting bagi anda untuk memelihara kuku kelinci. Karena kuku kelinci yang panjang memungkinkan dapat memudahkan bakteri untuk masuk ketubuh kelinci tersebut, lagi pula kuku kelinci yang terlalu panjang dapat melukai dirinya sendiri atau kuku tersebut bisa tersangkut lalu dapat menjadi cedera.




Peralatan yang di butuhkan:
1. Alat pemotong kuku / gunting
2. Handuk penyeka atau kapas
3. Obat luka
4. Kwik stop alternative tepung jagung, atau gandum.. untuk menghentikan pendarahan

Inilah Cara:
  1. Siapkan beberapa peralatan, antara lain, alat potong kuku, handuk penyeka atau kapas, dan sesuatu untuk mengobati kuku jika tidak sengaja memotong kuku yang mengakibatkan cedera,
  2.  Jika perlu, mintalah bantuan seseorang untuk dapat memegang kelinci dengan lembut dan kuat, atau bisa juga seseorang tersebut membungkus kelinci anda dengan handuk, agar lebih mudah memotong kelinci, karena kelinci akan lebih tenang dan terkendali
  3. Jangan potong kuku terlalu panjang, potong hanya ujungnya saja, Hal ini jauh lebih baik untuk memotong hanya sedikit daripada mencoba untuk memotong banyak sekali kuku terlalu panjang.
  4.  Tempatkan gunting kuku di mana pemotongan harus dilakukan.potong dengan perlahan, jangan tergesa, gesa karena dapat menyebabkan kelinci memberontak dan hal ini dapat cedera bahkan kuku menjadi rusak
  5. Jika tidak sengaja dipotong terlalu pendek, hapus darah dengan kapasn dan segera di berikan antiseptic, atau obat.. lalu berikan tepung jagung / gandum sebagai alternative yang bertujuan menghentikan pendarahan
  6. Ulangi untuk semua kuku. Ambil istirahat Jika kelinci memberontak. Hal ini mencegah kelinci untuk mengalami stress
  7. Cepat memeriksa ulang semua kuku untuk memastikan mereka tidak ada pendarahan
Tips:
  1. Selalu menahan kelinci dengan benar, mendukung dan menahan ujung belakangnya dengan baik.
  2.  Jangan mengambil resiko memotong kuku terlalu pendek
  3. Jika Anda khawatir, konsultasikan dengan dokter hewan atau groomer untuk demonstrasi bagaimana melakukan trim kuku. Praktek akan membuat lebih mudah.

Rabu, 07 Mei 2014

Tips Mengenali Gejala Sakit pada Kelinci & Penanganannya

     Dua tanda paling mudah dikenali dari kelinci yang sedang sakit adalah kelesuan dan kotoran yang berukuran lebih kecil dari normal, sangat lembut, sangat kering, atau tidak ada kotoran sama sekali.
Kenali perilaku kelinci Anda sehingga akan mudah terlihat jika ada perubahan perilaku yang tidak biasa.
Berikut adalah tips mengenali tanda-tanda sakit pada kelinci dan cara menanganinya:
1. Bawa kelinci ke dokter hewan untuk memeriksakan kondisinya saat pertama kali memeliharanya. Minta dokter hewan untuk menunjukkan bagaimana memeriksa kelinci di rumah.
2. Bermainlah dengan kelinci selama beberapa menit setiap hari. Saat sudah terjalin ikatan, si kelinci akan membiarkan Anda menyentuhnya lebih sering, bahkan membiarkan Anda menggendongnya.
3. Lakukan pemeriksaan seluruh tubuh kelinci selama sesi bermain. Periksa dengan lembut telinga, mata, kaki, tumit, kuku/cakar, perut, punggung, dan gigi kelinci sesuai dengan petunjuk atau instruksi dokter hewan.
4. Amati kondisi normal kelinci sehingga Anda akan segera mengenali jika terjadi sesuatu yang tidak biasa seperti benjolan, luka, atau memar.
Perhatikan apakah ada sesuatu di telinganya, apakah perutnya nampak penuh atau kencang, atau jika giginya nampak keluar garis.
5. Periksa warna urinnya setiap hari. Normalnya urin berwarna oranye, kuning, atau kecoklatan. Jika Anda tidak yakin apakah urinnya normal atau tidak, minta dokter hewan untuk menguji sample urin kelinci Anda.Urin yang berwarna putih susu atau mengandung endapan (butiran seperti kristal pasir) menandakan kelinci makan makanan yang mengandung kalsium terlalu tinggi.
Butiran kristal kalsifikasi dapat menyebabkan batu kandung kemih dan menimbulkan rasa nyeri yang sangat.
6. Periksa kotoran kelinci sehingga Anda mengetahui bagaimana bentuk kotoran saat kondisi normal.
Jika ukuran kotorannya lebih kecil dari biasanya, atau bentuk atau warnanya aneh, mungkin perutnya atau sekumnya tersumbat.
Kotoran yang kering mengindikasikan bahwa kelinci mengalami dehidrasi dan membutuhkan cairan melalui subkutan secepatnya.
Jika kotorannya terlalu lembut, mungkin kelinci Anda terserang virus. Segera bawa ke dokter hewan jika kelinci mengalami gejala-gejala tersebut.
7. Bawa segera kelinci ke dokter hewan jika dicurigai menderita penyumbatan. Kebanyakan dokter hewan akan mengobati penyumbatan dengan cairan subkutan.
8. Bawa segera kelinci yang mengalami kelesuan. Kelinci rumah biasanya sangat akitf, kecuali mereka sedang tidur siang.
Jika tingkat aktivitas kelinci berkurang, cobalah membujuknya dengan sayuran atau mainan favoritnya. Jika kelinci menolak sayuran atau mainan favoritnya, segera bawa ke dokter hewan.
9. Simpan beberapa persediaan obat untuk kelinci Anda. Jika kelinci menderita kembung (gas pain), mintalah dosis Phazyme yang tepat dari dokter hewan, berdasarkan berat badan kelinci tersebut.
Phazyme adalah obat yang cepat meredakan gas pain bagi sebagian besar kelinci. Sediakan juga styptic powder atau baking powder untuk menghentikan perdarahan akibat kuku yang patah.

Kamis, 24 April 2014

Penyakit scabies (kudis) pada kelinci

Scabies merupakan pengakit kulit yang dialami berbagai jenis hewan. Penyakit ini juga disebut kudis sarcoptic. Penyakit ini disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Tungau betina yang membuat liang pada kulit untuk meletakkan telurnya. Menetas larva dan berkembang menjadi tungau dewasa di bawah permukaan kulit. Gejala-gejala kudis serupa dalam setiap spesies hewan,


TANDA-TANDA / GEJALA SCABIES PADA KELINCI

Gatal dan Pengerasa Kulit
Menurut Dr Dana Krempels. Gejala awal kudis adalah kerak berwarna terang yang membentuk sekitar bagian luar telinga, disekitar daerah wajah dan di jari kaki kelinci Kerak ini akhirnya menyebar ke area lain dari tubuh. Pada daerah ini kelinci akan merasa gatal sehingga Kelinci menggaruk dibagian tempat tersebut, yang membuat mereka rentan mengalami infeksi dari bakteri yang lain lagi, sehingga makin banyak peluang penyakit yang akan di derita kelinci

Gejala Lanjutan
Gejala kudis sarcoptic akan semakin memburuk setelah semaikin lama digaruk oleh kelinci tersebut. Hilangnya bulu dimulai pada telinga dan wajah dan menyebar di seluruh tubuh. Bahkan akan kehilangan bulu disekitar daerah kelamin. Apabila ini semakin parah maka bagian terkena scabies dapat dimakan ngengat dan semakin parah. Sehingga dapat menyebabkan luka besar terbuka yang menjijikan.  Jika penyakit ini terus berlanjut dan semakin parah kelinci menjadi anemia dan menderita penurunan sel darah. Dan kematian juga akan mengancam kelinci tersebut

PERAWATAN PADA SCABIES
Saya  dalam Hal ini juga menyarankan mengendalikan gejala gatal dan iritasi dengan obat anti inflamasi seperti kortison. Setiap infeksi sekunder harus diobati dengan salep topikal atau antibiotik. Banyak obat untuk scabies pada kelinci (hewan) yang dijual di beberapa pet shop.

PENGOBATAN SEDERHANA
Mr.rabbit memberikan solusi pengobatan rumah yang efektif dalam mengobati tungau. Misalnya, situs merekomendasikan memijat dan membersihkan kotoran pada daerah scabies. Lalu berikan Irisan lemon yang telah di didihkan (red:direbus) dalam air didinginkan terlebih dahulu dan berikan pada bagian kulit kelinci yang terkena scabies biarkan selama semalaman, lakukan ini beberapa kali, tungau tidak menyukai bau dan rasa dari jeruk lemon, sehingga tungau akan pergi dengan sendirinya dari kulit kelinci. Solusi lainnya menurut mr.rabbit adalah Memberikan yoghurt ke bagian dalam telinga dan membiarkannya semalam yoghurt ini dapat menenangkan gejala gatal dan keluarnya tungau dan paginya mandikan kelinci tersebut/bersihkan bagian yang diberikan yoghurt dengan sangat bersih

Saran :
  1.  Anda dapat memandikan 2 bulan sekali setelah umur kelinci diatas 4 bulan. Disarankan memandikan kelinci pada pet care Center atau bisa pada Petshop. Karena salah satu penyebab kelinci scabies adalah kotor
  2. Periksa kondisi kandang kelinci anda, apakah kotor atau lembab. Dan biasakan memberihkan kandang kelinci  pembersihan ringan setiap hari, dan pembersihan menyeluruh seminggu sekali. Apabila kandang kelinci lembab, ubah suaian pada kandang tersebut sehingga kandang akan tetap kering.
  3. Beberapa saran diatas bisa dipraktekan sebagai solusi untuk scabies pada kelinci. Dan juga akan lebih baik untuk Konsultasikan pada dokter hewan atau para ahli untuk saran lebih lanjut

Tips membersihkan kandang kelinci



Pembersihan kandang bukanlah tugas yang menyenangkan untuk hewan peliharaan apapun. Tidak ada aturan ditetapkan seberapa sering untuk membersihkan kandang kelinci, tapi melakukan sedikit pembersihan setiap hari akan membantu menjaga kandang kelinci anda bersih, sehat serta bahagia. Sebagai aturan umum, berencana untuk melakukan pembersihan menyeluruh kandang kelinci anda setidaknya sekali seminggu. Namun, kandang kelinci anda mungkin memerlukan pembersihan menyeluruh lebih sering, tergantung pada ukuran kandang kelinci dan seberapa banyak sampah pada kandang kelinci anda. Jika Anda memiliki lebih dari satu kelinci, maka lakukan pembersihan kandang lebih sering
Pembersihan harian
  • Buang sisa makanan segar yang tidak dimakan (sayuran hijau, rumput dll) dari kandang setiap hari (idealnya pagi dan malam).
  • Cuci keluar mangkuk makanan, dan mencuci dan mengisi ulang botol air.
  • Anda bisa menyapu dasar kandang dan membersihkan kotoran yang lengket misalnya (kotoran akibat mencret, atau sisa makanan yang menempel didasar kandang)
Pembersihan Mingguan
  • Buang semua kotoran yang ada didalam kandang kelinci dan lepaskan semua atribut untuk pembersihan secara total.
  • Mengelap bawah kandang dengan baik dengan air panas (menggunakan cuka untuk menghilangkan deposit urin).
  • Mencuci piring makan, botol air, rak jerami dan kotak sampah dengan air panas.
  • Membersihkan mainan atau perabotan yang telah kotor.
Merupakan ide yang baik untuk mendisinfeksi kandang secara berkala, tetapi disinfektan apapun harus dibilas dengan sangat baik dan bukan merupakan pilihan yang baik untuk kandang kayu (yang dapat menyerap bahan kimia) atau kandang yang tidak mudah dipindahkan.
Tips
  • Cuka dapat menjadi alterinative yang baik untuk membersihkan kandang kelinci. Garam kalsium yang terkandung dalam air seni kelinci dapat mengendap dan membentuk kerak yang sangat lengket pada kandang.Namun, cuka melarutkan garam kalsium ini sangat baik. caranya campurkan sedikit cuka pada alat penyemprot yang berisi air, dan semprotkan pada bagian bawah kandang
  • Untuk mempermudah membersihkan kelinci, hindari kandang yang terbuat dari kayu, karena akan lebih sulit dibersihkan
  • Temukan waktu terbaik anda untuk membersihkan kelinci, setiap pagi atau malam