Selasa, 22 April 2014

Mengapa induk kelinci kanibal?

Kelinci Kanibal.  Sadiskah?
Banyak induk yang memakan anak-anaknya saat melahirkan. Ini adalah kanibal. Kasus ini bukan hal yang klasik, bahkan saat ini sangat tergolong banyak, terutama pada pemelihara pemula dan mereka yang memelihara di kota-kota besar. Apakah lazim ibu kelinci memakan anaknya sendiri? Bukankah kelinci itu pemakan tumbuhan dan tidak masuk golongan hewan pemangsa?
Ya. Ini tidak wajar dan di alam bebas kanibal hampir dikatakan tidak pernah terjadi.  Tetapi dalam situasi terpaksa hal itu sangat mungkin terjadi. Dari berbagai literatur, penyebab utamanya hanya dua, yakni soal pakan yang buruk dan situasi stres berkepanjangan, atau bisa juga disebabkan oleh kombinasi antara buruknya pakan dengan stres.
Sekalipun kelinci tidak memiliki tabiat memakan daging, tetapi manakala pakan tidak menjamin kehidupan dirinya (terutama saat hamil), maka ketika stres, tepatnya saat melahirkan di mana induk banyak kehilangan energi ia terdorong untuk menyelamatkan anak-anaknya dari ketidakmampuannya “melayani “ kehidupan anaknya. Menelan adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan karena kelinci terpenjara. Dengan menelan, selain bertujuan menolong (sekalipun caranya salah), induk juga berpikir dirinya tidak kehilangan kesehatan akibat melahirkan.
Sayang seribu sayang, memakan anak ini juga tidak menyelesaikan masalah. Kelinci yang berharap tidak terbebani oleh adanya anak-anak karena air susunya yang minim itu pada akhirnya tetap stres. Sebab setelah makan anak-anaknya ia tetap tidak merasa lebih bugar. Bahkan pada sebagian besar induk yang tertimpa kanibal itu lalu trauma untuk tidak hamil. Itulah mengapa induk kanibal sering sulit kawin karena trauma kelak akan hamil dan menderita.
Siapakah yang salah?
Jawabnya adalah pemiliknya. Kanibal disebabkan oleh pakan yang miskin gizi. Para pemelihara sering meremehkan perawatan induk sebagai yang harus diperhatikan secara ekstra. Seolah-olah dengan merek pelet atau cukup dengan sayuran kelinci hamil cukup untuk menopang kehidupannya. Kehamilan dengan miskin gizi dipastikan mengondisikan induk stres. Oleh karena itu mestinya pemelihara menyediakan banyak pakan pada induk kelinci. Rumput (hijauan) jenis gulma tegalan/sawah sangat kaya menyediakan serat yang baik. Bekatul padi juga baik untuk induk kelinci, termasuk juga ampas tahu.
Selain itu butuh kalsium dari wortel, misalnya pada masa kehamilan induk diberi wortel 2 hari sekali. Daun pepaya sangat penting, juga sedikit bayam sebagai pakan tambahan. Ubi jalar putih (bukan ungu dan merah) banyak memberi gizi untuk kesehatan induk. Selain itu juga butuh vitamin A, B, E dan K agar kesehatan induk bisa maksimal. Ketergantungan dengan pelet bukanlah cara baik karena gizi yang dibutuhkan kelinci sangat banyak sehingga tidak ada pakan yang bisa mengklaim cukup untuk memenuhi gizi kelinci. Pakan mesti beragam. Jangan lupa air minum yang bersih dan sehat.
Selain pakan, situasi kandang, kebersihan dan sanitasi mesti diperhatikan secara baik.  Situasi kandang yang jelek di antaranya ialah lembab, pengap, sumpek, banyak tikus, dekat kucing, anjing dan terlalu banyak didatangi orang.
Pendek kata, induk hamil butuh perawatan khusus. Jangan salahlah kelinci kanibal, sebab itu kesalahan pemelihara. Kelinci tidak akan kanibal manakala tidak stres dan pakan terjamin.

Induk tidak mau menyusui?


Ini adalah pertanyaan yang sering muncul bagi pemelihara kelinci pemula. Kebanyakan mereka bingung karena satu hal, tidak mau mencari pengetahuan terlebih dahulu sebelum memelihara kelinci. Akibatnya saat masa kelahiran didera kebingungan.
Anehnya, pertanyaan itu tidak disertai penjelasan latar belakang kenapa induk kelinci tidak mau menyusui. Akibatnya, pengelola situs ini maupun di fesbuk susah menjelaskan.
Sebaiknya berikut ini diperhatikan.
Induk kelinci menyusui itu ada waktunya. Biasanya pada jam-jam tertentu, bisa jam gelap datang (18:00), bisa pula jam 20:00, bisa pula menjelang subuh. Pokoknya pada jam malam, dan hanya sedikit yang menyusui pada siang hari.
Setelah melahirkan, induk memang seolah-olah cuek dengan anak-anaknya yang berjempalitan di kotak. Saat melahirkan pagi atau siang hari terkadang induk menyusui setelah beberapa jam kemudian, untuk kemudian diulang pada malam hari, tetapi ada kalanya yang menyusui langsung malam harinya.
Maka, pertanyaan mengapa induk kelinci tidak mau menyusui itu perlu diperjelas, apakah benar-benar tidak mau menyusui? untuk memastikan bahwa apakah induk menyusui atau tidak kita perlu nongkrongi sejak sore hingga subuh. Jadi, Jangan terburu-buru menyimpulkan tanpa mengenal karakteristik perawatan induk kelinci terhadap anak. Beternaklah dengan kaidah supaya tidak salah arah.
Bagaimana jika memang Induk tidak mau menyusui dengan bukti anak-anaknya pada mati? Kemungkinan tiga hal, (1) mastitis (2), keringnya air susu karena kurang gizi (karbohidrat dan serat), dan (3) karena disebabkan stress, biasanya disertai kanibal.
Untuk menyelamatkan semuanya, masa kehamilan harus dirawat secara baik, pasokan serat (rumput), gizi (wortel) dan konsentrat harus bagus. Ini dari sisi pakan. Dari sisi lingkungan harus tertib, jangan berdekatan dengan hewan pemangsa, banyak kunjungan orang atau berisik sehingga induk merasakan ancaman.

Kelinci melahirkan


   Saat hendak melahirkan kelinci nampak gusar dan gelisah. Mereka merasakan perutnya bergerak-gerak. Tanda-tanda ini dibaca oleh sang induk sebagai bahwa sebentar lagi akan terjadi kelahirkan. Biasanya kelinci melahirkan antara umur 28-34 hari. Namun kebanyakan kelinci melahirkan pada usia kandungan 29-30 hari. Masa-masa hamil membutuhkan perhatian khusus. Minggu pertama setelah kawin peternak harus memperhatikan pakan yang baik, yakni rumput, sayuran dan pellet. Jangan sampai telat air minumnya.
dsc03138.jpgdsc03122.jpgPelet harus tersedia siang dan malam. Jangan sampai kotak makanan kosong sama sekali. Sayuran setengah kering diberikan sedikit pada siang hari. Sorenya diberikan rumput sebesar badan kelinci. Usahakan malam harinya, sekitar jam 10 atau jam 11 diberi tambahan rumput atau umbi, wortel, atau bisa juga ketela pohon. Kelinci hamil seperti halnya manusia. Banyak keinginan untuk makan. Karena itu supaya anaknya sehat dan pola menyusuinya bagus pakan tersebut harus dipenuhi. Selama masa kehamilan kelinci biasanya gelisah dalam tiga periode, yakni minggu pertama dengan membesarnya janin. Minggu kedua bergesernya janin, dan minggu akhir, 3 hari sebelum melahirkan.
Pada usia kandungan 27 hari usahakan sudah tersedia kotak untuk calon jabang bayi. Berikan jerami secukupnya agar Induk merasa tenang. Jika kotak tidak diadakan, induk akan merasa stress berat karena ia merasa khawatir tidak bisa melindungi anak-anaknya. Hal lain yang harus diperjelas adalah pemenuhan minum. Orang bilang kelinci cukup mengonsumsi kandungan air yang ada dalam rumput. Mereka berasumsi rumput mengandung 80% lebih air sehingga tidak perlu diberikan minum. Ini pola pikir kebanyakan yang sembrono dan ngawur. Memang benar kadar air rumput sudah banyak, namun sebagai makhluk hidup kelinci juga butuh minum. Analoginya, cukupkah manusia hanya mengonsumsi air dari kuah sayuran?
Jelas tidak. Kelinci juga butuh minum. Untuk kelinci yang tidak hamil cukup ½ gelas perhari. Sedangkan kelinci hamil membutuhkan 1 gelas perhari.
Anak kelinci yang lahir dari induk sehat dengan mengonsumsi air secara baik akan terjamin kesehatan dan kekebalan tubuhnya dibanding anakan induk yang tidak diberikan air. aat-saat menjelang kelahiran, induk akan mencabuti bulunya. Biarkan saja. Usahakan saat hendak melahirkan jangan dilihat terlalu dekat karena akan menimbulkan kekhawatiran anak-anaknya dimangsa manusia. Karena itu persiapan sebelum melahirkan harus dipenuhi secara baik sehingga kita tidak perlu khawatir adanya anak yang kejepit dikandang atau ketidaknyamanan kandang. Setelah 5 menit melahirkan, berikan air segar dan sayuran. Perlu diketahui, Induk setelah melahirkan akan mengalami dehidrasi dan rasa lapar yang hebat. Karena itu berikan perhatian dengan sayuran, wortel dan minuman, syukur ditambah vitamin. Berikan kasih sayang dengan cara mengelus-elus kepala dan badannya saat sang induk makan. Tapi jangan coba-coba memegang anak-anaknya yang baru lahir, sebab sang induk akan marah dan cemas. Usahakan kalau terpaksa harus mengatur anak-anaknya karena jatuh dari kandang atau kejepit jangan pakai tangan kosong. Pakailah plastik yang bersih atau koran. Sebab jika daging sang anak bau tangan manusia ada sebagian induk yang enggan menyusuinya.

Ciri-ciri kelinci hamil

   Setelah 7 hari dikawinkan, biasanya janin mulai tumbuh. Tetapi hal ini belum tentu mudah mengenali kehamilan secara pasti. Hanya peternak yang sudah lama saja yang peka letak kehamilan kelinci pada umur 7 hari. Pada umur perkawinan 14 hari kita sudah bisa mendapatkan kejelasan. Ciri-cirinya di antaranya ialah. bagian mulut sedikit kemerah-merahan. (2) terkadang merasa stress, mengorek-ngorek kandang. Kalau misal dikeluarkan dari kandang dan menemukan tanah, ia akan langsung mengaduk-aduk tanah sebagai tempat persembunyian. (pada umur 17 hari biasanya stress meningkat). Tak usah buru-buru memberikan kotak. Tunggu sampai umur kehamilan diatas 25 hari. (3) makan banyak dan selalu lapar. Anda harus serius dalam hal pakan, jangan sampai sering kelaparan sehingga stress bertambah. Kekurangan pakan dan air minum bisa mengakibatkan kanibal, atau tidak mau menyusui. 4) pada umur kehamilan 17 hari sudah bisa diraba bagian bawah perut. Cara meraba yang akurat dengan mengangkat kelinci lalu ditaruh dipangkuan kita. Elus-elus dulu sebelum tangan kita masuk ke bagian perut bawah. Sebab kalau tangan kita langsung nyosor bagian perut kelinci hamil bisa berontak. Kalau sudah diraba, elus-elus pelan, kalau belum yakin terasa, tekan sedikit jari anda, meraba rata bagian perut, bagian tengah sampai belakang. Jika hamil akan terasa beberapa benjolan seperti kelereng. pada umur kandungan 23 hari sangat jelas terasa dan pada umur 29 hari saat induk mulai gusar dengan hidung memerah biji-biji “kelereng” di dalam perut itu semakin menurun mendekati vagina.
Kalau sudah dikawinkan tetapi pada umur 35 hari tidak berhasil itu bisa jadi bunting semu. Atau saat mengawinkan tidak benar.
Apakah perlu tidak usah menunggu 35 hari kita bisa mengawinkan?
Jika Anda yakin bahwa kelinci tidak hamil boleh saja. Lakukan pada umur kehamilan 20 hari sejak kawin yang Anda anggap gagal tersebut. Tetapi jika Anda ragu apakah kelinci gagal hamil atau memang benar hamil, sebaiknya kita bersabar sampai umur perkawinan benar-benar melewati 30 hari.  Sebab kalau kita nekad mengawinka lagi pada saat kelinci hamil bisa jadi nanti hamil susulan. Harus diingat, tidak setiap kelinci yang hamil menolak kawin, sebagian ada yang mau kawin.

Cara melihat jenis kelamin kelinci

   Mari kita belajar untuk bisa menentukan sendiri seperti apa jenis kelamin kelinci kesayangan kita terutama yang masih baru dan awam dengan masalah perkelincian.Menentukan jenis kelamin kelinci adalah sangat penting terutama untuk para pemula yang baru saja memiliki kelinci dalam bentuk pasangan, pada saat kelinci masih kecil (Belum masa kawin) hal ini tentunya tidak menjadi masalah. Lain halnya jika kelinci anda mulai memasuki masa pubertas (di usia kira-kira 140 hari), kelinci tersebut bisa saling menciderai.
Untuk itu mari kita perhatikan tanda-tanda berikut ini :

1. Pertama-tama coba baringkan Kelinci pada lengan kiri Anda.Upayakan kelinci tersebut merasa nyaman dan tidak berontak. Lihat gambar

Ini merupakan salah satu contoh membaringkan si Kelinci. dan masih ada 2 cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan posisi mendekati siku :
Posisi kepala pada siku ataupun membaringkan si Kelinci pada pangkuan anda diantara 2 paha dengan kepala diapit oleh lutut dengan lembut. Fokus utamanya adalah bahwa Anda bisa melihat lubang sekresi kelinci tersebut.




2. Kemudian perhatikan bagian bawah kelinci yang berada di antara kedua kakinya dan bentangkan sedikit/tarik ekor dengan tangan kanan sampai anda bisa melihat 2 lubang sekresinya dengan dibantu sedikit tekanan pada bagian perut dengan tangan kiri.



Anda bisa lihat bahwa ada dua lubang sekresi. Satu lubang yang mendekati ekor adalah merupakan lubang anus (tempat pembuangan kotoran) dan lubang yang mendekati perut itulah yang merupakan alat kelaminnya yang akan kita check.
Bagaimana caranya ?, Untuk kelinci jantan yang sudah berukuran dewasa mungkin sangat mudah karena seperti gambar diatas (gbr: Kepala pada siku) bahwa secara kasat mata kita telah bisa melihat testisnya (Maaf..kantung pelir) yang mengapit alat kelaminnya, tapi bagaimana dengan kelinci yang tidak kelihatan testisnya?

Dengan memberikan sedikit tekanan lebih pada kulit penis, maka batang penis akan terbuka dan menonjol. Saya yakin dengan melihat gambar diatas ini, para pembaca langsung bisa mengetahui dan menerka bahwa alamat kelamin tersebut adalah kelamin JANTAN dan itu adalah benar.


cirinya jantan, seperti pipa menonjol
Nah kalau gambar yang dibawah ini?


BETINA ?….. No no no no… ini juga kelamin dari kelinci jantan. Hal inilah yang kadang-kadang menyulitkan. Harap diperhatikan baik-baik, bahwa lingkaran lubang kelamin itu akan menyatu pada satu titik dimana pada titik tersebut memiliki bentuk yang lebih panjang. Hal ini yang akan membedakan dengan kelamin betina yang akan kita lihat seperti gambar dibawah.
ciri betina, kalau dari samping membentuk segitiga
Betina, dibagian yg dekat anus lebih pendek dari bagian yg kearah perut

Nah dari gambar ini bisa dilihat dengan jelas perbedaan dengan alat kelamin jantan bahwa pada daerah lingkarannya tidak ditemukan satu titik pertemuan, jadi memang membentuk lingkaran murni dan inilah yang dimaksud dengan Kelamin BETINA.

Foto pertumbuhan / perkembangan kelinci dari bayi dan menyusui hingga dewasa

   Di bawah ini adalah artikel yang menunjukkan foto-foto pertumbuhan / perkembangan kelinci dari saat menyusui hingga dewasa disertai penjelasan singkat tentang perawatan kelinci baik yang masih kecil, maupun yang dewasa, hamil, dan beranak.
   Tahukah anda bahwa kelinci hanya sebulan lamanya di dalam kandungan, dan 30 sampai 35 hari setelah dikawinkan ibu kelinci akan melahirkan anak-anaknya ? Sekali beranak kelinci memiliki anak yang banyak dan bervariasi jumlahnya dari yang hanya 3, sampai 5, 7, 9, hingga belasan jumlahnya (rata-rata 5 sekali beranak). Kelinci pun memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang relatif cepat dalam waktu sebulan pertama.
   Tahukah anda bahwa air susu ibu kelinci untuk anak-anaknya memiliki komposisi khusus yang sangat tinggi protein sehingga anak yang baru lahir cukup disusui hanya sekali atau dua kali sehari selama kurang dari lima menit ? Selama tidak menyusui ibu kelinci akan menjauh dari anaknya, seakan-akan acuh tak acuh. Ia baru biasanya mendekati dan menyusui anaknya di malam atau dini hari ketika suasana sepi.
   Tahukah anda bahwa bagi ibukelinci hamil yang sudah pernah beranak, menjelang ia melahirkan anaknya, ia akan sibuk menggaruk-garuk kandang (atau membuat lubang jika di tanah), mencabuti bulu-bulu tubuhnya, dan mengumpulkannya bersama jerami-jerami yang ia temukan sebagai persiapan tempat bagi anak-anaknya yang baru lahir kelak?
   Ketika kelinci baru dilahirkan, ia berukuran sangat kecil, dengan kulit yang tanpa bulu dan transparan, buta, dan tak bisa mendengar. Setelah 3 hari bulunya mulai kelihatan dan makin nyata hingga menginjak usia seminggu.Bersamaan dengan itu, bayi kelinci mulai bisa berdiri, dan merayap.Matanya pun terbuka perlahan-lahan, hingga terbuka sempurna ketika berusia 11 hari. Walaupun mata sudah terbuka, ia nyaris belum mendengar apa-apa karena telinga belum terbuka. Baru ketika berusia 13 atau 14 hari telinga kelinci membuka sempurna, dan ia pun mulai sensitif dan kaget dengan suara-suara asing yang terdengar dari sekitarnya.
   Ketika berusia di atas 2 minggu, kelinci mulai lincah berjalan, dan sudah bisa keluar dari kotak beranak, mengejar-ngejar induknya untuk menyusu. Ia pun mulai mencicipi makanan yang ada di sekitar, terutama ketika menginjak usia di atas 18 hari dimana ia mulai tertarik dengan rumput-rumput atau wortel yang tersedia untuk induknya. Menjelang memasuki usia 4 minggu, ia bahkan sudah bisa menggapai dan makan makanan padat berupa pelet yang terdapat dalam wadah yang disediakan untuk induknya, walau hanya sedikit memakannya. Ketika berumur 1 bulan kelinci sudah mulai terlihat besar, walau ia masih harus menyusu dan belum bisa dipisahkandengan induknya. Kelinci idealnya baru dipisahkan dan disapih dari induknya ketika berumur 8 minggu atau 2 bulan, itupun dengan cara bertahap mencoba memisahkannya dengan induknya selama berjam-jam atau setengah hari dulu selama beberapa hari.
    Jika anda tertarik membeli kelinci, maka hendaknya anda membeli minimal yang sudah berusia 2 bulan. Jika anda membeli yang masih kecil-kecil, walaupun terlihat imut dan lucu, karena mereka sudah dipisah dari induknya padahal masih menyusui, sebagaimana yang kebanyakan dijual di pinggir-pinggir jalan dan toko-toko hewan, risiko kematiannya akan tinggi. Tak usah heran jika kelinci yang baru anda beli dalam beberapa hari sudah mati.
   Nafsu makan anak kelinci mulai besar ketika berusia 1,5 bulan, dan mencapai puncaknya ketika kelinci berumur 2 hingga 3 bulan. Pada masa-masa ini hendaknya para pemelihara kelinci tidak terpancing memberikan makanan berupa padatan yang berlebih sebagaimana porsi kelinci dewasa. Jika makanan padatan diberikan menyesuaikan nafsu makan mereka padahal pencernaan mereka belumlah sesempurna kelinci dewasa, maka bisa berujung pada gangguan pencernaan disertai mencret. Kalau sudah begini, hendaknya yang mencret dipisahkan dari yang lain dan makanan padat dihentikan terlebih dahulu selama 2 hari. Beri saja rerumputan kering padanya disertai air minum yang cukup karena memang rerumputan kering dan bersih adalah yang paling aman untuk kelinci dan bisa diberikan dalam jumlah tak terbatas. Untuk kelinci mencret tersebut, jika perlu dilakukan juga pemijatan pada bagian perut dengan jari-jari kita, bergerak dari bagian perut menuju ekornya tiga hingga lima menit selama dua kali dengan interval waktu limamenit untuk membiarkannya bebas berlari yang membantu mengeluarkan kotoran yang tersumbat pada pencernaannya.
   Kelinci yang berusia lebih kurang 3, 5 bulan sudah dianggap memiliki pencernaan yang sempurna, dan sudah bisa diberikan makanan padatan sebagaimana porsi kelinci dewasa. Kelinci yang berusia 4 bulan sudah bisa memiliki berat 2 kg, tergantung dari jenis kelincinya, dan biasanya pada usia ini kelinci yang ditujukan untuk pedaging bisa dipotong.
   Kelinci dianggap dewasa ketika berumur 6 atau 7 bulan tergantung jenisnya, dan sudah bisa dikawinkan. Untuk mencegah kelinci stres karena beranak terlalu muda, sebaiknya dikawinkan pada umur 7 bulan saja, sehingga beranak ketika ia berumur 8 bulan. Kelinci bisa dikawinkan selama 4 sampai 6 kali dalam setahun.
Kelinci Umur 3 Hari
Kelinci Umur 3 Hari
kelinci umur 7 hari
Kelinci Umur 7 Hari
Kelinci Umur 10/11 Hari
Kelinci Umur 10/11 Hari
Kelinci Umur 12/13 Hari
Kelinci Umur 12/13 Hari
kelinci umur 18 hari
Kelinci 18 Hari
Kelinci 22 Hari
Kelinci 22 Hari
kelinci usia 1 bulankelinci umur 5 minggu
Kelinci 35 hari sampai 7 minggu
kelinci umur 4 bulan
Kelinci 4-5 bulan
Kelinci 6-7 Bulan dewasa
Kelinci 6-7 Bulan
ibu kelinci dewasakelinci giant dewasa

Minggu, 20 April 2014

Cara membuat pelet kelinci sendiri


Pelet kelinci adalah merupakan salah satu konsetrat yang dibutuhkan kelinci . Apakah konsentrat itu? konsentrat adalah bahan pakan dengan nutrisi tinggi yang didalamnya mencakup tanaman bijian dan residu dari proses industri bijian serta bahan lain untuk konsumsi manusia. Pelet biasanya terbuat dari komponen bekatul padi halus,tepung jagung/tepung terigu,tetes tebu, garam dan lain-lain. Untuk kebutuhan serat bisa ditambah hay yang diremukan.

Kebutuhan pelet untuk kelinci harus diperhatikan jumlah kebutuhannya :
  • Kelinci dewasa antara 100-140 gram
  • Kelinci bunting 160-200 gram
  • Kelinci umur 2,5 - 4 bulan < 70 gram
Pemberian pelet tidak boleh berlebihan karena berakibat kegemukan pada kelinci, hal ini akan menganggu kesehatan kelinci iu sendiri. Apabila terjadi kegemukan maka kelinci perlu melakukan diet atau kelinci di umbar diluar kandang biar beraktifitas sehingga kelinci mengeluarkan tinja sesering mungkin.

Dibawah ini contoh komposisi pelet:
A.Pelet tanpa rumput
  • Ampas tahu 50%
  • Bekatul 40%
  • Tepung jagung giling 9%
  • Mineral ( garam yodium ) 0,5%
  • Arang aktif (arang batok kelapa/karbon norit ) 0,5%
B.Pelet dengan rumput
  • Bungkil kelapa 9%
  • Bekatul 50%
  • Tepung jagung giling 10%
  • Bungkil keledai 20%
  • Rumput kering 10%
  • Premix 0,5%
  • Arang aktif (arang batok kelapa/karbon norit ) 0,5%
Berikut komposisi pelet sederhana dari sebuah literatur :
1. Kelinci yg sedang dalam masa pertumbuhan,
  • Jagung Giling 62.5%
  • Bungkil Kedele 15%
  • Dedak Halus 20%
  • Tepung Tulang 1%
  • Garam 1.5%
2. Penggemukan (Kelinci pedaging)
  • Jagung Giling 42%
  • Bungkil Kedele 25%
  • Dedak Halus 30%
  • Tepung Tulang 1.5%
  • Garam 1.5%
3. Induk Produktif
  • Jagung Giling 52%
  • Bungkil Kedele 12.5%
  • Dedak Halus 22.5%
  • Tepung Tulang 1.5%
  • Garam 1.5%
.Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman yang mau mencoba membuat pelet

Pada saat ini, pelet kelinci merupakan makanan alternatif bagi pemelihara yang mungkin malas atau enggan untuk mencari rumput dan hijauan yang terkadang sulit di dapatkan. Apalagi bagi pemelihara kelinci hias yang mungkin punya kesibukan lain selain mengurusi kelinci.
Mulanya Pelet kelinci merupakan konsentrat kandungan gizi yang di butuhkan oleh kelinci dalam bentuk yang lebih sederhana. Sehingga pelet ini mudah disimpan dan tahan lama. Namun, banyak orang yang mengeluhkan tingkat harga pelet kelinci yang relatif mahal.
Sesuai dengan konsep yang diusung oleh Komunitas hobby kelinci ( Rabbit Hobbies Community Palembang), akan mencoba mensolusikan dengan cara membuat sendiri pelet kelinci berbiaya murah. Minimal anggota komunitas ini memiliki pengetahuan tentang cara membuat pelet, yang mungkin bisa menjadi bekal jika dikemudian hari ingin terjun ke bisnis pelet.


Membuat Sendiri Pelet Kelinci berkualitas
Dari beberapa sumber pembuatan pelet, dituliskan artikel bagaimana membuat pelet kelinci bersekala kecil untuk di konsumsi kelinci peliharaan di rumah.

Bahan-bahan:
1.      Ampas Tahu (Bisa di ganti dengan tepung kedelai)
2.      Bekatul (dedak Halus)
3.      Tepung Jagung
4.      Mineral dan garam yodium
5.      Arang aktif
6.      Rumput kering (Jika ada)
7.      Air bersih

Peralatan yang dibutuhkan:
Bak plastik (untuk mencampur adonan pelet)
2.      Sendok / centong
3.      Panci kukus
4.      Kompor
5.      Penggiling ikan/daging
6.      Plastik bening
7.      Panggangan/Oven (jika ada, kalau cuaca panas gunakan sinar matahari untuk menjemur)

Cara Pembuatan:
1.     1.Campur adonan pelet berupa ampas tahu yang masih hangat sebesar 15% dengan tepung jagung 50% Bekatul atau dedak halus 20% Tepung mineral + garam  yodium 5% Arang  aktif  1%  rumput kering 9%. Jika rumput tidak ada maka komposisi di tambahkan pada tepung jagung.
2.     2.Adonan di campur rata dengan pelarut air hingga menyatu sepenuhnya menjadi adonan pada bak pelastik. 
3.     3.Setelah yakin merata, kukus adonan pada panci dengan suhu yang tinggi selama 30 menit. Warna adonan akan berubah menjadi lebih tua.
4.     4.Selagi panas, cetak adonan pada alat penggilingan daging sehingga akan membentuk adonan memanjang.
5.     5.Keringkan adonan dengan oven, jika tidak ada bisa di jemur hingga benar-benar kering dengan alas pelastik.