Kamis, 24 April 2014

Penyebab bulu kelinci rontok



   Kelinci berbulu panjang seperti jenis angora, FL, AFL dll kadang kala tak lepas dari masalah bulu. Seperti gimbal, atau bahkan bulu rontok. Untuk bulu rontok sendiri yang dialami kelinci memiliki banyak penyebab, mulai dari penyebab sederhana maupun penyebab kompleks lainnya.


Infeksi oleh bakteri dan jamur

Kelinci yang tinggal di tempat yang hangat namun beriklim lembab (daerah subtropik. Ex: indonesia) sangat rentan terhadap infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Jamur dan bakteri ini dapat menyebabkan kerontokan pada beberapa bagian tubuh kelinci
Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menjaga 
kelinci anda di habitat kering, karena di iklim subtropik seperti di indonesia memiliki populasi lalat yang tinggi yang dapat menyebarkan penyakit, jamur maupun bakteri. Apabila kandang kelinci anda lembab, maka lalat akan menghampirinya. Jadi tingkatkan kebersihan kandang kelinci anda, terutama di musim hujan.
Dan apabila terjadi seperti ini, lebih baik di konsultasikan lebih lanjut pada dokter hewan maupun para ahli yang berpengalaman dalam menangani masalah ini.

Kehamilan palsu
Mungkin sebagian bingung dengan kehamilan palsu. Tapi memang kejadian ini juga terjadi pada kelinci.  Jika kelinci betina anda mulai menarik bulunya dari perut dan dada samping, dan bergegas membuat sarang yang berisi bulu-bulunya. Kemungkinan kelinci anda berada dalam situasi hamil tua. Namun bukan tidak mungkin kelinci anda mengalami kehamilan palsu.
Ada beberapa penyebab kehamilan palsu diantaranya karena

  • Kemandulan
  • Ada masalah terkait sistem reproduksi kelinci betina tersebut

Fase normal
Beberapa kelinci berbulu panjang memiliki fase dalam perontokan bulu. Biasanya terjadi pada anakan kelinci. Yang terjadi biasanya pergantian bulu anak menjadi bulu dewasa yang dialami oleh kelinci angora diusia sekitar 2-3 bulan. Yang perlu dilakukan adalah rajin menyikat atau membersihkan bulunya untuk mempercepat proses Sheeding atau bisa langsung di cukur/ gunting secara keseluruhan. Kejadian yang lumrah juga terjadi pada kelinci yang sudah dewasa dan pada fase kawin, biasanya bulu mengalami kerontokan, baik itu kelinci jantan maupun kelinci betina. Namun ada beberapa kejadian memang kelinci jantan akan memiliki fase pertumbuhan bulu yang lebih lambat. Sehingga terlihat bulunya sangat pendek

Pola makan
Pola makan akan mempengaruhi kondisi bulu kelinci. Pilihlah makanan kelinci dengan bijaksana. Jangan menggunakan pelet/pur sembarangan (pelet unggas dll), atau sayuran dan rumput yang memiliki kadar gizi rendah

Stress
Stress atau kebosanan menjadi salah satu penyebab rontoknya bulu kelinci. Karena itu memang penting untuk kita berinteraksi pada kelinci, bisa diberikan mainan Atau memberikan lingkungan yang lebih terbuka untuk kelinci bermain.

Perkelahian sesama kelinci
Perkelahian pastinya akan menghasilkan korban. Baik itu luka-luka maupun bulu yang rontok. Mencegahnya adalah penting bagi pecinta kelinci untuk memisahkan kelinci-kelinci dewasa. Karena pada kelinci memiliki daerah territorial mereka sendiri. Apabila ada kelinci lain melanggar daerah teritorialnya maka sulit untuk mencegah perkelahian. Jadi penting bagi kita untuk memisahkan kelinci-kelinci yang telah dewasa pada kandang yang berbeda

Ketidakseimbangan hormon
Hal ini tidak sering terlihat pada kelinci, tetapi adalah salah satu kemungkinan penyebab hilangnya bulu pada kelinci. Penyebabnya adalah kelainan funsi tiroid, sistem endokrin maupun hormon lainnya. Cara mengetahuinya satu-satunya dengan cara analisis sampel darah di Laboratorium

Alergi
Sama seperti manusia, beberapa kelinci memang mengalami alergi pada sesuatu, fenomena ini jarang terjadi, namun kemungkinan tetap ada. Alergi yang biasa terjadi terutama alergi makanan, atau alergi kandang (kotor)

Penyebab diare pada kelinci

   Penyakit Diare pada kelinci sangat sering terjadi. Bahkan penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian pada kelinci. Bagi para pecinta kelinci, kita harus mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan kelinci terkena diare (mencret) hal ini sangat penting karena bagaimanapun lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Penyebab diare pada Anakan kelinci
Salah satu tanda paling umum yang terkait dengan kematian mendadak pada bayi kelinci adalah diare, yang dapat muncul sangat cepat dan membunuh dalam hitungan jam. Jadi, apabila anak kelinci menunjukkan tanda-tanda lesu, (tidak mau makan), atau tinja berlendir segera dibawa ke sebuah dokter hewan atau orang yang berpengalaman untuk menyelamatkan jiwa. Anda harus segera mengobatinya karena Menunda untuk satu atau dua jam dapat berarti perbedaan antara hidup dan mati.
  1. Penyapihan yang terlalu cepat. Sayangnya, banyak bayi yang disapih terlalu muda untuk berada jauh dari ibu mereka. Padahal normalnya kelinci bisa dipisah ketika umur 2 bulan. Namun karena anak kelinci sangat lucu, bahkan terkadang buyer sengaja membeli yang berumur 4 minggu. Atau terkadang bagian dari taktik seller yang mencoba mengambil untung untuk menjual kelinci yang terlalu muda untuk memotong biaya produksi. Mengapa berhubungan dengan DIARE (MENCRET) hal ini berkaitan dengan tidak Fullnya kebutuhan ASI kelinci, sehingga berakibatnya sistem imun mereka menjadi menurun. Tidak seperti kebanyakan mamalia, kelinci bayi memiliki usus yang lebih sensitive sampai mereka mulai makan makanan padat pada usia 3-4 minggu.  selama itu usus mereka berada pada mereka yang paling rentan: bayi membutuhkan susu ibu mereka, yang mengubah pH dan menyediakan antibodi penting yang membantu bayi secara bertahap menyesuaikan diri dengan lingkungan dan untuk melindungi mereka terhadap mikroorganisme yang baru dan asing pada sistem pencernaanya. Tanpa ASI, bayi mulai makan makanan padat sangat rentan terhadap bakteri enteritis (radang selaput usus), yang dapat menyebabkan diare fatal. Tinja berlendir dalam kelinci bayi harus dianggap sebagai keadaan darurat yang mengancam jiwa, dan setiap orang melihat hal ini harus menghubungi dokter hewan maupun para ahli dengan segera
  2. Bakteri dan parasit : anakan kelinci sangat rentan, karena itu kita harus memperhatikan kebersihan lingkungan kandang, maupun kebersihan makanannya. Makanan yang kotor, basah atau bergetah dapat menjadi ancaman pada kelinci anda, karena sistem pencernaan anak kelinci sangat sensitive sehingga memang harus berhati hati dalam pemberian makanan pada kelinci. 

Penyebab diare pada kelinci dewasa
  1. Kegemukan. Kelinci yang kelebihan berat badan dapat menjadi diare (mencret). Karena kebanyakan kelinci yang mengalami kegemukan diakibatkan oleh pola makan pelet (pur) yang menjadi lunak dalam sistem pencernaannya. Lebih bijak bagi kita untuk mengurangi pola makan pelet pada kelinci, atau setidaknya beralih ke tinggi serat, seperti rumput maupun sayuran segar, karena hal ini dapat menjadikan perbedaan besar pada kelinci. Dan perlu bagi kelinci juga untuk olahraga. olahraga adalah salah satu cara terbaik untuk membakar kalori pada kelinci. Karena kegemukan atau obesitas pada kelinci juga apabila tidak ditangani dengan baik pun akan menyebabkan kematian disamping penyakit diare yang juga akan mengancam.
  2. Gangguan persendian, Demikian pula, kelinci yang menderita masalah sendi degeneratif pada tulang belakang, pinggul. Hal ini juga dapat menyebabkan mencret pada kelinci. Cirri-cirinya adalah, kelinci akan lebih banyak duduk ketimbang berlari atau mengitari kandangnya
  3. Pola makan. Telah dijelaskan sebelumya pola makan menyebabkan kelinci menjadi mencret. Pada dasarnya kelinci sangat membutuhkan serat segar untuk makannya. Dan juga perlu bagi kita menjaga kebersihan makanan seperti sayuran atau rumput. Sayuran harus dibersihkan dengan baik untuk kemungkinan zat-zat kimia yang terkandung (pestisida,pupuk), maupun rumput juga harus dibersihkan untuk kemungkinan (cacing, bakteri) yang dapat berpengaruh pada kondisi pencernaan kelinci

Merawat kelinci mencret/diare, Obat Mencret (diare) pada kelinci




Hampir setiap pemilik kelinci mengalami hal ini, kebanyakan mereka bahkan kecewa mendapati kelincinya mati karena terserang diare. Mencret merupakan salah satu penyakit yang bisa mengancam nyawa kelinci. Tidak sedikit kelinci yang mati karena penyakit ini. Karena itulah kita perlu tau bagaimana merawat kelinci ketika terserang penyakit ini. Telah di jelaskan sebelumnya mengenai penyebab mencret pada kelinci. Beragam penyebab kelinci terserang oleh penyakit ini. Meskipun penyakit ini sangat mengancam dan sering kali fatal akibatnya, setidaknya kita mampu mengurangi persentase kemungkinan kematian kelinci yang dimiliki.

Perlakuan terhadap kelinci
  • Hentikan sebentar pola makan pelet, karena pelet tidak memiliki serat yang padat sehingga pencernaan akan langsung bisa terganggu bahkan diare bisa bertambah parah
  • Berikan obat mencret (diare) disarankan merupakan obat yang benar2 direkomendasikan terhadap kelinci
  • Penambahan air minum secukupnya. komposisi sekitar 4 ons air bersih ( 1 sdt gula, seperdelapan sdt garam. Sedikit baking soda bila perlu).. berikan pada air minum kelinci, atau jika kelinci memang terlanjur lemas berikan menggunakan suntikan secara perlahan dimulutnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi dan memulihkan tenaga kelinci. Karena dehidrasi dapat menyebabkan kematian pada kelinci, apalagi kondisi diare menyebabkan cairan dari tubuh kelinci semakin menurun.
  • Beri makanan berserat tinggi. contoh rumput layu/kering atau jerami kering sebagai pakan mereka.. ingat :Rumput yang berserat tinggi.
  • Berikan daun jambu biji. daun jambu biji bisa membantu dalam menyumbat diare pada kelinci
  • Pantau kondisi kelinci. apabila kelinci tidak nafsu makan terhadap apa yang anda berikan segera kunjungi dokter hewan untuk penanganan medis lebih lanjut.

Obat alami kelinci yang mengalami mencret :
  • "Daun Jambu Biji dan buah jambu biji yang masih mentah. Berikan sebagai makanan tambahan selain rumput atau jerami kering
  • "Apel (Malus domestica)  apel kaya akan pektin. Itulah mengapa apel adalah obat tradisional untuk diare. Pektin apel juga membantu mengobati sembelit karena bertindak sebagai pelunak feses yang lembut. Ini adalah amfoter, yang berarti bahwa ia bekerja di kedua arah, menyumbat perut ketika longgar atau melonggarkan mereka jika sembelit".
  • "Blackberry & Raspberry (Rubus, berbagai spesies)  segar atau kering , buah ini mengandung tannin yang tinggi sehingga juga sangat baik untuk diare"

Tips memberi makan kelinci


Serat sangat penting sistem pencernaan pada kelinci. Mungkin kebanyakan dari kita berpikir pelet sudah cukup sebagai pakan kelinci kesayangan kita, namun seharusnya tidak melupakan asupan serat alami pada kelinci pada setiap hari. Rumput atau sayuran segar harus tetap tersedia untuk pakan kelinci di karenakan Pakan kelinci instan yang berupa pelet atau Pur dapat menyebabkan obesitas dan meningkatkan kemungkinan masalah pencernaan. Hal ini dikarenakan serat yang ada di Pelet tersebut sudah dalam bentuk halus, sehingga akan mempengaruhi system pencernaan karena minim, hal ini dapat menyebabkan penyakit (mencret) pada kelinci. Dan masalah pencernaan salah satu masalah kematian terbesar yang sering terjadi

Memang Ketika membutuhkan pakan instan untuk kelinci, terkadang kita melupakan serat yang ada didalamnya. Bahkan tanpa adanya makanan alami untuk kelinci dapat meningkatkan resiko kematian. Kelinci memiliki sistem pencernaan yang sensitive, pelet yang dapat menyebabkan obesitas dan gangguan sistem pencernaan sebaiknya dikurangi penggunaanya, atau diberikan jadwal tertentu dalam satu hari. Adapun beberapa alternative serat alami yang penting untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup kelinci yang anda miliki.

Rumput
Pemberian pakan rumput segar dapat membantu mengurangi pola makan Pelet oleh kelinci. Beberapa kelinci mungkin tidak terbiasa dengan rumput segar atau kering. Tipsnya adalah dengan cara kurangi asupan pelet kelinci dan diganti dengan rumput. Sehingga lambat laun, ketika kelinci terasa lapar, mka akan mencoba memakan rumput yang anda berikan. Untuk yang memiliki bayi kelinci, Mulai dari kecil harus dikenalkan pada rumput pilihan yang bertekstur lembut dan tidak basah maupun bergetah.. rumput yang baik dan memiliki asupan gizi yang tinggi untuk kelinci yaitu rumput Timothy dan alfalfa. Dibeberapa tempat ketersediaan rumput tersebut sudah dijual dalam bentuk biji untuk ditanam

Sayuran
sama seperti Rumput, sayuran juga penting dalam memberikan serat pada kelinci. Namun beberapa sayuran tertentu berbahaya karena meningkatkan intensitas amoniak sebagai pembuangan akhir kelinci.. asupan juga harus diperhatikan untuk diet kelinci. Sebenarnya kalau ditakarkan untuk jumlah makan kelinci relative, karena tergantung dengan besar tubuhnya kelinci tersebut. untuk ukuran kelinci normal dengan berat 2,5 – 3 kg kurang lebih 2-4 cangkir sayuran segar yang diberikan setiap hari. Varietas sayuran yang dapat diberikan pada kelinci antara lain. Wortel, brokoli, lobak. Namun untuk kangkung, bayam maupun sawi, memiliki kadar oksalat yang tinggi, sehingga asupan harus diperhatikan yakni 3 kali seminggu. Kacang-kacangan, kembang kol, kubis, dan kentang dapat menyebabkan masalah dan harus dihindari. Selada memiliki nilai gizi hampir tidak ada sehingga harus dihindari. Cuci sayur yang baik agar dapat mengurangi kemungkinan toksisitas akibat pestisida sebelum memberikan kepada kelinci anda.

Pelet
Pelet pada dasarnya dirancang untuk produksi komersial kelinci, dan cukup tinggi kalori. Akibatnya, banyak kelinci yang mengalami obesitas dan hal ini dapat menyebabkan permasalahan lain yang mengganggu kesehatan kelinci.Pelet memiliki tempat dalam nutrisi kelinci, karena mereka kaya dan seimbang dalam nutrisi. Namun, para ahli merekomendasikan membatasi antara pelet makan, dan mengganti dengan sayuran maupun rumput yang sudah dijelaskan diatas
Pemberian pakan pelet harus diatur dengan baik demi kesehatan kelinci yang anda berikan. Untuk kelinci dewasa, jumlahnya harus hati-hati diatur, tergantung pada ukuran (berat) kelinci. Sebagai aturan, memberikan sekitar ¼ (seperempat) cangkir untuk kelinci berukuran 2 – 3 kg, ½ (setengah) cangkir untuk kelinci 4 - 5 kg lb, dan ¾ (tigaperempat) cangkir untuk 5,5 – 7 kg kelinci. Dan pakan pelet untuk kelinci anakan bisa tapi dalam jumlah terbatas
Berdasarkan pemaparan tersebut pastilah sebagai pencinta kelinci kita harus memili pakan yang terbaik untuk kelinci kita. Mudah2n kelinci anda sehat dan dapat berkembang biak den gan baik

Membuat kotak bayi kelinci

Di habitatnya kelinci melahirkan dengan menggali lubang kemudian  induk kelinci mengalasi dengan daun atau rumput kering dan mencopoti bulunya sebagai “selimut”  anaknya  yang berfungsi sebagai  penghangat dan kamuflase.  Sedangkan dipeternakan atau pemelihara kelinci dirumah kotak tempat melahirkan kelinci lubang dalam tanah diganti dengan  membuat kotak melahirkan (nest box)  yang dapat dibuat sendiri secara sederhana.
Kayu yang diperlukan papan yang cukup keras untuk menghindari kayu dikerat oleh gigi kelinci. Rancangan kotak yang baik paling tidak dapat memenuhi kriteria antara lain : Induk kelinci dapat keluar masuk kotak melahirkan dengan mudah, memiliki sarana sanitasi kotoran dan urine (air kencing) induk kelinci, mencegah anak kelinci yang belum waktunya keluar kotak untuk menghindari predator seperti tikus, kucing, musang, anjing atau ular. Disamping kotak melahirkan kelinci tidak mudah bergeser, tidak terdapat celah untuk menghindari  kaki bayi kelinci terjepit yang dapat menimbulkan cacat permanen.
Ukuran kotak melahirkan kelinci juga disesuaikan dengan kategori kelinci. Kategori kelinci kecil (dwarf) dan kelinci sedang Panjang 14” Lebar 9” Tinggi 5”. Kategori kelinci besar (flemish giant, new zealnd white, English Spot, Yamamoto) ukurannya Panjang 20” Lebar 11” Tinggi 7”.
Meletakan kotak beranak kelinci kedalam kandang kelinci yang akan melahirkan tiga hari sebelum melahirkan kelinci untuk menghindari induk kelinci mengotori kotak melahirkan dengan urine dan pup.  Sebaiknya, meletakannya jangan terlambat untuk menghindari Induk kelinci tidak mau menyusui di dalam kotak melahirkan. Alas kotak dibuat dari bambu  yang disusun berjajar dengan sedikit celah agar urine induk kelinci dapat mengalir kebawah. Bisa juga alas kotak beranak kelinci dialasi dengan kawat (wire mesh) ukuran 1 cm x 1 cm , kawat yang sudah dilapisi plastik sudah banyak dijual. Dalam keadaan darurat untuk pemelihara kelinci dirumah jika tidak mengetahui kapan Induk kelinci melahirkan atau dalam proses mecabuti bulu atau melahirkan bayi disembarang tempat dan lain lain kasus, untuk sementara bisa menggunakan laci meja belajar atau kontainer bekas buah ukuran kecil. Jangan mengalasi dengan sobekan kain, karena benang benang kain yang terlepas dapat melilit leher bayi kelinci, karena bayi kelinci dapat bergerak menyusup ke celah celah kain. Demikian juga dapat terjadi pada kelinci angora, alas bulunya dapat menjiret leher anak kelinci untuk itu sebagai antisipasinya bulu bulu induk kelinci angora yang  terpisah memanjang dapat dijadikan satu agar menggumpal sehingga aman bagi bayi kelinci.

Selasa, 22 April 2014

Mengapa induk kelinci kanibal?

Kelinci Kanibal.  Sadiskah?
Banyak induk yang memakan anak-anaknya saat melahirkan. Ini adalah kanibal. Kasus ini bukan hal yang klasik, bahkan saat ini sangat tergolong banyak, terutama pada pemelihara pemula dan mereka yang memelihara di kota-kota besar. Apakah lazim ibu kelinci memakan anaknya sendiri? Bukankah kelinci itu pemakan tumbuhan dan tidak masuk golongan hewan pemangsa?
Ya. Ini tidak wajar dan di alam bebas kanibal hampir dikatakan tidak pernah terjadi.  Tetapi dalam situasi terpaksa hal itu sangat mungkin terjadi. Dari berbagai literatur, penyebab utamanya hanya dua, yakni soal pakan yang buruk dan situasi stres berkepanjangan, atau bisa juga disebabkan oleh kombinasi antara buruknya pakan dengan stres.
Sekalipun kelinci tidak memiliki tabiat memakan daging, tetapi manakala pakan tidak menjamin kehidupan dirinya (terutama saat hamil), maka ketika stres, tepatnya saat melahirkan di mana induk banyak kehilangan energi ia terdorong untuk menyelamatkan anak-anaknya dari ketidakmampuannya “melayani “ kehidupan anaknya. Menelan adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan karena kelinci terpenjara. Dengan menelan, selain bertujuan menolong (sekalipun caranya salah), induk juga berpikir dirinya tidak kehilangan kesehatan akibat melahirkan.
Sayang seribu sayang, memakan anak ini juga tidak menyelesaikan masalah. Kelinci yang berharap tidak terbebani oleh adanya anak-anak karena air susunya yang minim itu pada akhirnya tetap stres. Sebab setelah makan anak-anaknya ia tetap tidak merasa lebih bugar. Bahkan pada sebagian besar induk yang tertimpa kanibal itu lalu trauma untuk tidak hamil. Itulah mengapa induk kanibal sering sulit kawin karena trauma kelak akan hamil dan menderita.
Siapakah yang salah?
Jawabnya adalah pemiliknya. Kanibal disebabkan oleh pakan yang miskin gizi. Para pemelihara sering meremehkan perawatan induk sebagai yang harus diperhatikan secara ekstra. Seolah-olah dengan merek pelet atau cukup dengan sayuran kelinci hamil cukup untuk menopang kehidupannya. Kehamilan dengan miskin gizi dipastikan mengondisikan induk stres. Oleh karena itu mestinya pemelihara menyediakan banyak pakan pada induk kelinci. Rumput (hijauan) jenis gulma tegalan/sawah sangat kaya menyediakan serat yang baik. Bekatul padi juga baik untuk induk kelinci, termasuk juga ampas tahu.
Selain itu butuh kalsium dari wortel, misalnya pada masa kehamilan induk diberi wortel 2 hari sekali. Daun pepaya sangat penting, juga sedikit bayam sebagai pakan tambahan. Ubi jalar putih (bukan ungu dan merah) banyak memberi gizi untuk kesehatan induk. Selain itu juga butuh vitamin A, B, E dan K agar kesehatan induk bisa maksimal. Ketergantungan dengan pelet bukanlah cara baik karena gizi yang dibutuhkan kelinci sangat banyak sehingga tidak ada pakan yang bisa mengklaim cukup untuk memenuhi gizi kelinci. Pakan mesti beragam. Jangan lupa air minum yang bersih dan sehat.
Selain pakan, situasi kandang, kebersihan dan sanitasi mesti diperhatikan secara baik.  Situasi kandang yang jelek di antaranya ialah lembab, pengap, sumpek, banyak tikus, dekat kucing, anjing dan terlalu banyak didatangi orang.
Pendek kata, induk hamil butuh perawatan khusus. Jangan salahlah kelinci kanibal, sebab itu kesalahan pemelihara. Kelinci tidak akan kanibal manakala tidak stres dan pakan terjamin.

Induk tidak mau menyusui?


Ini adalah pertanyaan yang sering muncul bagi pemelihara kelinci pemula. Kebanyakan mereka bingung karena satu hal, tidak mau mencari pengetahuan terlebih dahulu sebelum memelihara kelinci. Akibatnya saat masa kelahiran didera kebingungan.
Anehnya, pertanyaan itu tidak disertai penjelasan latar belakang kenapa induk kelinci tidak mau menyusui. Akibatnya, pengelola situs ini maupun di fesbuk susah menjelaskan.
Sebaiknya berikut ini diperhatikan.
Induk kelinci menyusui itu ada waktunya. Biasanya pada jam-jam tertentu, bisa jam gelap datang (18:00), bisa pula jam 20:00, bisa pula menjelang subuh. Pokoknya pada jam malam, dan hanya sedikit yang menyusui pada siang hari.
Setelah melahirkan, induk memang seolah-olah cuek dengan anak-anaknya yang berjempalitan di kotak. Saat melahirkan pagi atau siang hari terkadang induk menyusui setelah beberapa jam kemudian, untuk kemudian diulang pada malam hari, tetapi ada kalanya yang menyusui langsung malam harinya.
Maka, pertanyaan mengapa induk kelinci tidak mau menyusui itu perlu diperjelas, apakah benar-benar tidak mau menyusui? untuk memastikan bahwa apakah induk menyusui atau tidak kita perlu nongkrongi sejak sore hingga subuh. Jadi, Jangan terburu-buru menyimpulkan tanpa mengenal karakteristik perawatan induk kelinci terhadap anak. Beternaklah dengan kaidah supaya tidak salah arah.
Bagaimana jika memang Induk tidak mau menyusui dengan bukti anak-anaknya pada mati? Kemungkinan tiga hal, (1) mastitis (2), keringnya air susu karena kurang gizi (karbohidrat dan serat), dan (3) karena disebabkan stress, biasanya disertai kanibal.
Untuk menyelamatkan semuanya, masa kehamilan harus dirawat secara baik, pasokan serat (rumput), gizi (wortel) dan konsentrat harus bagus. Ini dari sisi pakan. Dari sisi lingkungan harus tertib, jangan berdekatan dengan hewan pemangsa, banyak kunjungan orang atau berisik sehingga induk merasakan ancaman.